Wednesday, June 12, 2013

Kunci hidup sehat jiwa raga adalah ikhlas


'Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena menjalankan agama...' (QS Al Bayyinah (98):5)

Ikhlas juga merupakan inti dari doa iftitah, saat kita berdoa 'sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku lillahi rabbil'aalamin'. Suatu doa yang mencakup seluruh kegiatan hidup kita, komitmen yang kita hadapkan ke hadiratnya setidaknya lima kali sehari.

Saat kita mengikrarkan bahwa seluruh aktivitas kita dipersembahkan untukNya semata, maka lebur sudah seharusnya harapan dipuji orang, mendapatkan balasan baik atau keinginan lain yang menyertai kegiatan kita. Seorang suami yang ikhlas akan menerima perannya mencari nafkah, pergi pagi pulang malam, menembus kemacetan, berpanas-panas di bawah terik matahari dengan semangat mempersembahkan setiap tetes keringat untukNya. Seorang istri yang ikhlas akan menjalani tugasnya mengurus anak, membersihkan rumah, dan memasak dengan riang gembira dalam hatinya, walaupun lelah mendera badan tapi ia yakin ganjaran Allah ada di ujung kehidupan ketika ia mempersembahkan pengabdiannya kepada keluarga sebagai bentuk pengabdian kepada-Nya.

Ikhlas memang memberikan tenaga yang luar biasa bagi seseorang dalam menempuh kehidupan, hatinya akan lapang karena tidak mengharapkan apapun selain balasan dariNya, jiwanya makin bebas karena ia tidak terikat bentuk-bentuk peran duniawi, karena baginya yang penting adalah bagaimana Allah memandang dirinya daripada terpaku kepada pandangan orang.

Ikhlas membuat hati riang gembira melakukan setiap langkah dalam hidup, bagaimana tidak, setiap langkah ia meyakini bahwa Dia sedang menatapnya? Dan itu yang membuat dirinya selalu dipenuhi kepuasan dalam hidup.

Setiap sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas akan membawa keceriaan yang terpancar juga pada wajah seseorang. Raga pun akan 'tersenyum' dengan mengeluarkan hormon-hormon yang membawa kegembiraan, jantung berdetak dengan harmonis dan syaraf-syaraf akan bekerja dengan ritmis yang indah, maka orang ikhlas akan sehat raganya.

Saat kita mengeluh, marah dan tidak menerima ketetapan-Nya, jutaan saraf tubuh akan berespon dengan mengerutkan dirinya dan bahkan tidak sedikit yang putus. Kalau ini berlangsung lama dan berulang kali, maka dapat menimbulkan penyakit tergantung sisi tubuh mana yang lemah. Tekanan darah tinggi, migrain, sakit pencernaan, gangguan pernafasan adalah sedikit dari sekian banyak gangguan yang dapat timbul saat kita belum diberi kepandaian untuk memanage hati kita dengan baik.

Maka kunci hidup sehat jiwa dan raga adalah sehat. Tidak mudah memang untuk melakukannya jika tanpa pertolongan Allah ta'ala.

(Amsterdam, 8 juni 2013. 09.03 am)

2 comments:

  1. selalu suka baca update-an dr.T...alhamdulillah masih bisa mendapatkan pencerahan :) terima kasih dr.T sehat selalu ya buat dr. T, adik Elia dan Mas Teguh

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah..makasih cippy untuk silaturahminya, let's keep in touch ;)

      Delete