Sunday, March 6, 2016

Utamakan Memilih Pemimpin Muslim

Sejak kecil orang tua saya memberi contoh yang indah perihal hidup dalam nuansa keberagaman. Kami punya tetangga baik hati beragama Nasrani, hampir setiap minggu Pek Pendeta yang ramah itu berkunjung ke rumah sambil minum teh bersama almarhum ayah dan bertukar cerita dan diskusi tentang agama, dalam diskusi yang panjang itu tidak jarang saya mendengar mereka 'sepakat untuk tidak sepakat' terutama bila menyentuh diskusi bertopik trinitas, tapi mereka senantiasa menjadi teman ngobrol yang baik.

Demikian juga ketika kami pindah rumah, kebetulan ada sekumpulan masyarakat membeli tempat di sebelah kami dan meminta ijin untuk mendirikan gereja, orang tua kami pun tidak berkeberatan dan kami berdampingan secara damai lebih dari dua dekade lamanya hingga detik ini.

Saya secara pribadi berkawan baik dengan siapapun dari agama dan latar belakang apapun. Saya akui saya punya ketertarikan tinggi kepada ajaran Nasrani, tidak jarang saya menonton khotbah yang disampaikan dengan semangat oleh para Evangelist, teman-teman saya selama kuliah di Kedokteran sudah hafal dengan 'gaya khobah'saya yang bernuansa Evangelis. Dan ketertarikan mendalami Kitab-Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru semakin besar manakala saya mendapat banyak petunjuk setelah menapaki jalan suluk. Sampai saat ini saya sedang mengerjakan terjemah salah satu manuskrip kuno yang termasuk Perjanjian Lama berjudul Kitab Nabi Idris.

Kembali kepada hubungan saya dengan orang-orang Nasrani dan ajarannya, boleh dikatakan cukup dekat hingga saya sekarang hijrah ke Belanda dengan mudah saya bisa mendapat akses berkala mengikuti kajian dengan jemaat Pentakosta, Evangelist juga Jehovah's Witness.

Penting saya menyampaikan latar belakang dan kondisi kekinian saya, karena merasa harus ikut menyuarakan pendapat saya terhadap sekian banyak pertanyaan mengenai topik memilih siapa yang menjadi Gubernur Jakarta berikutnya dengan tanpa dipersangkai menjadi suatu 'serangan'terhadap keyakinan atau ras tertentu. Adapun saya berharap masih ada orang Muslim yang dianggap mampu, dipercaya dan adil untuk memimpin Ibukota Indonesia untuk bisa lebih menjiwai aspirasi penduduknya yang lebih dari 85% beragama Islam. Wallahua'lam

No comments:

Post a Comment